BERITA

Ribuan Honorer K2 Demo, Jokowi Hanya Lambaikan Tangan

2015.01.16_gambar k2 blitar

Kamis, 15 Januari 2015 , 19:12:00 sumber : jpnn.com
JAKARTA–Aksi ribuan honorer kategori dua (K2) di depan Istana tidak bisa menyampaikan langsung aspirasi mereka ke Presiden Joko Widodo. Pasalnya sang presiden sedang ke Jawa Timur.
Aksi demo yang berlangsung sejak pagi itu baru diterima staf Setneg selepas Dhuhur. Itupun honorer K2 hanya dimintakan berkas berisi tuntutannya.
“Kami tidak bisa ketemu presiden karena beliau lagi ke Jatim. Tapi pagi tadi kami sempat melihat presiden datang ke Istana dan melambaikan tangan ke kami,” kata Ketua Tim Investigasi Gerakan Honorer K2 Indonesia Bersatu (GHK2IB) Riyanto Agung Subekti kepada JPNN, Kamis (15/1).
Dia menyebut, aksi nasional ini cukup sukses karena pemerintah memberikan respon berupa janji akan ditindaklanjuti ke lintas menteri. Lantaran honorer K2 ini berasal dari berbagai instansi.
“Alhamdulillah meski tidak bertemu presiden, namun kami mendapatkan hasil. Pak MenPAN-RB lewat Karo Hukum dan Komunikasi Informasi Publik memberikan pernyataan masalah K2 akan dibahas lanjut di lintas kementerian,” bebernya.
Dia menambahkan, para pengurus forum honorer akan tetap bertahan di Jakarta menunggu pernyataan hitam di atas putih sebagai pegangan. “Kami tidak mau hanya sekadar janji, tapi harus ada bukti tertulis,” tandasnya. (esy/jpnn)

 

Massa Honorer K2 Bergerak ke Gedung DPR

Kamis, 15 Januari 2015 , 19:16:00 sumber : jpnn.com
JAKARTA–Tidak hanya di depan Istana, massa honorer kategori dua (K2) juga menggelar aksi di depan Gedung DPR RI. Mereka ingin menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat di Komisi II DPR RI.
“Kami honorer K2 dari Jatim, Jabar, Maluku Utara, DKI Jakarta, Banten, Papua, Sumbar, Sumsel, Sultra, Sulteng, tidak ingin tanggung-tanggung berjuang. Kami melanjutkan aksi turun jalan ke DPR,” kata Ketua Dewan Komite Honorer Indonesia (DKHI) Kuningan Udin Jaenal Abidin kepada JPNN, Kamis (15/1).
Ditambahkan Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Jawa Timur Riyanto Agung Subekti alias Itong, misi ke DPR adalah untuk menyampaikan data ke Komisi II. Di samping tuntutan menolak tes bagi honorer K2 yang tidak lulus tes.
“Kami akan meminta DPR untuk menekan pemerintah melanjutkan aturan yang sudah ada. Alhamdulillan kami sudah dijadwalkan untuk rapat dengan Komisi II malam ini,” ujar Itong.
Senada itu Korwil FHK2I Magelang Indi menyatakan, saat ini pihaknya hanya menunggu kebijakan yang pro honorer.
“Meski pemerintah sudah menjanjikan akan membahas masalah honorer K2, tapi kami belum tenang kalau ada bukti tertulis. Kami akan mendesak DPR untuk mengawal janji pemerintah ini,” tegasnya. (esy/jpnn)

 

 

 Yuddy Sarankan Honorer K2 Tua Daftar PPPK

Jum’at 16 Januari 2015 : 12.01 Sumber : jpnn.com

JAKARTA–Honorer kategori dua (K2) berusia di atas 35 tahun jangan berharap banyak menjadi CPNS. Pasalnya, dalam aturan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) usia CPNS dibatasi maksimal 35 tahun.
“Saya sarankan honorer K2 yang usianya sudah di atas 35 tahun lebih baik masuk dalam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi di Jakarta, Jumat (16/1).
Sementara bagi honorer K2 yang usianya masih di bawah 32 tahun bisa mengikuti proses seleksi CPNS. Dia meminta agar nama-nama honorer K2 yang masih masuk kualifikasi sebagai PNS segera diserahkan, sehingga bisa diprioritaskan saat proses seleksi.
“Jangan menolak untuk dimasukkan ke PPPK. Karena prinsipnya PPPK dan PNS itu sama-sama pegawai ASN. Bedanya tipis sekali kok, hanya P3K tidak ada pensiunnya saja,” ujarnya.
Untuk menyiasatinya, para PPPK bisa menyicil sendiri dana pensiunnya per bulan. Selain tidak ada dana pensiun, PPPK hanya menduduki jabatan fungsional. Sedangkan PNS menduduki jabatan struktural. (esy/jpnn)

1 Comment

  • Ardyanto / January 17, 2015 at 7:44 am

    semoga bisa menjadi pns

    Reply