BERITA

Warga Protes Pabrik Gula Gambar Anyar

DSC_1487

Pabrik Gula Tak Berijin Resahkan Warga

Blitar – Ratusan warga Dusun Gambar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, berunjuk rasa di depan kantor Sekretariat Pemerintah Kabupaten Blitar, Rabu (17/5/2017) siang.

Aksi ratusan warga yang tinggal di lereng Gunung Kelud itu karena mereka merasa dirugikan adanya dugaan pemindahan dan pemanfaatan sebagian tanah di area perkebunan PT Gambar Anyar untuk pabrik gula.

Apalagi, pabrik gula yang sudah berdiri sekitar dua bulan terakhir itu tidak mengantongi izin dari Pemkab setempat. Bahkan ada dugaan, sebagian tanah milik perekebunan PT Gambar Anyar, yang memiliki luas total 680 hektare itu juga disewakan kepada para pemilik modal.

Suprianto koordinator aksi mengatakan, berdirinya pabrik gula di lokasi perkebunan PT Gambar Anyar jelas menyalahi aturan. Pasalnya setiap pemilik Hak Guna Usaha (HGU) dilarang untuk mengalihkan pemanfaatan tanah di area perkebunan untuk kegiatan lain diluar kepentingan perkebunan.

Parahnya lagi selama ini warga setempat justru menerima dampak negatif dari keberadaan pabrik gula tersebut. “Warga disini hanya kena polusi dan limbah pabrik, selain itu aliran air ke warga juga tersendat akibat adanya pabrik gula, ” jelasnya kepada wartawan.

Untuk itu warga meminta, agar Pemkab Blitar mengkaji ulang keberadaan pabrik gula di area PT Gambat Anyar. Selain itu warga juga menuntut agar pabrik gula dibekukan dan tidak beroperasi sebelum mengantongi izin resmi.

“Tuntutan kami jelas agar rakyat kecil tidak semakin menderita. Karena selama ini PT Gambar Anyar juga belum memiliki kemitraan dengan masyarakat serta tanggung jawab sosial lingkungan,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu Molan, saat menemui perwakilan warga menyatakan, jika pabrik gula yang berdiri di lahan perkebunan PT Gambar Anyar dipastikan belum mendaftarkan ijinnya ke Dinas PMPTSP. Menurutnya agar bisa beroperasi pabrik gula tersebut harus mengajukan izin terlebih dahulu.

Selain itu , selama ini pabrik gula tersebut sejauh ini juga tidak mengantongi izin lingkungan sama sekali dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar. Untuk itu pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Blitar untuk menutup pabrik gula tersebut.

“Hari ini kami akan segera ke lokasi untuk memastikan tidakbada kegiatan disana sebelum mengajukan izin,” terangnya.

Sementara terkait dengan status HGU yang diduga disalah gunakan, Pemkab berjanji akan segera melakukan komunikasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Berdasarkan pantauan detikcom, setelah menggelar aksi di depan kantor sekretariat Pemkab Blitar, massa bergeser ke Kejaksaan Negeri Blitar untuk menyuarakan tuntutan yang sama.
(bdh/bdh) sumber: news.detik.com