BERITA

Tersangka Pungli Tidak Ditahan

tajam kebawah

Tersangka Potensi Hilangkan Barang Bukti

Blitar, Oposisi

Pasca dibentunya Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu, membuat tim tersebut gencar melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Namun dalam tiga kali melakukan penangkapan, tidak satu pun pelaku ditahan.

Seperti halnya Widodo Harjo Diputro (52), Kepala Desa Soso Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, yang tertangkap tangan saat melakukan pungli biaya balik nama Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) atau pipil pajak tanah, akhirnya hanya dikenai wajib lapor.  Widodo Harjo Saputro, Jumat (10/2) sekitar pukul 12.00 diamankan tim Saber Pungli Polres Blitar dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di ruang kerjanya. Widodo terbukti melakukan pungli biaya balik  nama Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) atau pipil pajak tanah sebesar Rp 4,6 juta.

Kemudian pada Selasa (28/2), tim Saber Pungli Polres Blitar berhasil membekuk 3 orang pelaku pungli di pasar tumpah Kesamben. Ke tiga pelaku berikut barang bukti berupa uang hasil pungli sebesar Rp. 1.548.000. Ke tiga pelaku tersebut adalah Bibit Susanto (53), warga Kampungtengah Kecamatan Kesamben, Edi Purnomo (43), warga dusun Dawung RT. 01 RW. 01 Desa Tepas Kecamatan Kesamben, dan Juwito, pegawai Kontrak Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, yang juga warga Kesamben Kabupaten Blitar Blitar. Para pelaku hanya ditangkap, disidik, ditetapkan sebagai tersangka. Mereka tidak ditahan, namun dipulangkan ke rumahnya masing-masing dan hanya wajib lapor.

Terakhir tim Saber Pungli berhasil menangkap Kades Pojok , Handoko (48), karena telah melakukan Pungli dalam membantu pelayanan masyarakat untuk pengurusan pemecahan sertifikat Hak Milik tanah (SHM) dengan meminta biaya sebesar Rp. 2.500.000,-  per SHM. Kades Pojok dinilai telah melanggar PP No. 128 tahun  2015 tentang Teknis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementrian Agraria dan Tata Ruang / BPN dan untuk jenis PNBP di lingkungan BPN. Hadoko setelah disidik  uga dipulangkan ke rumahnya.

Menanggapi hal tersebut  Mohamad Triyanto, Ketua Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) megatakan, tidak ditahannya satupun pelaku pungli dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim Saber Pungli Polres Blitar, berpotensi hilangnya barang bukti, bahkan bisa melemahkan tim Saber Pungli itu sendiri. Para pelaku hanya ditangkap, disidik, ditetapkan sebagai tersangka. Mereka tidak ditahan, namun dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

“Selama ini, tidak ada pelaku pungli yang ditahan meski tertangkap tangan. Mereka hanya disidik, ditetapkan sebagai tersangka, selanjutnya dipulangkan, ” kata Mohamad Triyanto, Jumat (10/3)

Lebih lanjut Triyanto menyampaikan, pihaknya mengkhawatirkan kondisi seperti ini akan menurunkan kewibawaan tim Saber Pungli itu sendiri. Kalau penanganan OTT tetap seperti, bukanya membuat para pelaku jera, namun pelaku pungli tidak akan gentar dengan OTT, karena tak pernah berakhir di balik jeruji.

“Ini tidak akan menimpbulkan efek jera terhadap pelaku, bahkan para pelaku bisa menghilangkan barang bukti,” tegas Triyanto.

Mohamad Triyato menambahkan, seharusnya semua tersangka Korupsi melalui OTT ( Operasi Tangkap Tangan ) itu langsung ditahan, agar muncul ada rasa keadilan ditengah masyarakat.

“Ini sangat berbeda perlakuannya terhadap wong cilik. Bayangkan petani miskin yang berkenginan menanam ketela di lahan konflik, cuma untuk menyambung hidup saja langsung ditahan loh. Tapi mengapa para pejabat yang sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi tidak langsung ditahan. Padahal kerugian yang ditimbulkan dari korupsi itu lebih besar. Mengapa dan mengapa ya.. ,” keluh Triyanto.

Sementara Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, SH, SIK memastikan kasus OTT tersebut akan tetap dlanjutkan hingga persidangan. Dia mengaku jika pihaknya sudah mengantongi bukti kuat untuk memperkecil para pelaku lolos dari jerat hukum. “Kita masih memeriksa para pelaku. Dan bukti-bukti kuat untuk menjerat para pelaku sudah kita kantongi,” ujar Slamet Waloya. (fjr) sumber; beritaoposisi.com