Surat Palsu KPK Melebar Ke Kontraktor Blitar

yosi ( baju merah ) saat di Mapolres Blitar

 

Rabu, 23 Oktober 2018

BLITAR – Polres Blitar pasca viralnya surat palsu KPK hingga kini terus bekerja ekstra keras untuk mengungkap siapa pelaku dibalik pembuat surat palsu tersebut. Pengusutan tersebut kian mengembang ke sejumlah orang .

Yosi yang datang ke Mapolres Blitar didampingi oleh Henrin Mulat Wiyati (ibunya-red) dan seorang pengacara. Menurut Informasi , Mulat juga turut diperiksa sebagai saksi. Namun saat dimintai konfirmasi, Mulat belum bersedia dengan alasan belum waktunya bicara masalah itu,”kilahnya.Salah satunya, Yosi, yang merupakan seorang  kontraktor terbilang besar di Kabupaten Blitar, Senin (22/10) juga tak luput diperiksa oleh polisi kapasitasnya sebagai saksi. Yosi yang tak lain merupakan anak dari Henrin Mulat Wiyati, yang nota bene sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Blitar yang mana  4 hari lalu tepatnya jumat (19/10) di kantornya diteror benda mirip bom.

Informasi yang berkembang, pembuatan surat palsu KPK itu disinyalir bertujuan untuk menekan Bupati Blitar Drs Rijanto MM. Pemicunya diduga terkait persaingan usaha soal pembagian proyek fisik APBD yang tidak merata antara kontraktor, oknum legislatif dan pihak eksekutif.

Kuasa hukum Moh Trijanto, M Sholeh, menyampaikan bahwa nama Yosi memang disebut oleh kliennya dalam pemeriksaan penyidikan. Selain klienya mendapat informasi dari Tiyon yang merupakan staf Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Trijanto juga mengatakan mendapat kabar dari Yosi. Bahkan Yosi yang kali pertama mengirim foto sampul surat berlogo KPK dikirimkan via WA yang belakangan diketahui palsu,“ jelas M Sholeh.

Lebih lanjut dalam pemeriksaan, Triyanto juga menyerahkan bukti chat WA termasuk menyerahkan bukti kiriman foto sampul surat palsu KPK dengan Yosi. Menilik fakta tersebut, Trijanto menegaskan dirinya tidak tahu menahu soal pembuatan surat palsu yang dituduhkan kepadanya. Siapa aktor intelektual dibalik surat KPK palsu, polisi harus segera mengungkapnya.

M Sholeh juga meminta polisi untuk lebih fokus pada kasus pembuatan surat palsu KPK. Karena akar permasalahan itu sejatinya ada di surat palsu,”tandasnya.

Dikatakan M Sholeh, unsur menyebar berita bohong (hoax) surat palsu KPK seperti laporan Bupati Blitar Rijanto, juga tidak terpenuhi. Karena tidak ada keonaran yang timbul dari status facebook Triyanto. Status itu juga tidak mengarah unsur SARA dan redaksionalnya juga tidak memenuhi unsur pidana UU ITE. “Polisi sebaiknya fokus pada pemalsuan surat KPK bukan pada UU ITE. Karena unsurnya tidak terpenuhi,“ terangnya.

Dijelaskan oleh Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha bahwa kasus pembuatan surat palsu KPK membutuhkan penelusuran yang teliti. Oleh karenanya semua saksi terus diperiksa. Agar bisa bekerja lebih fokus, penyidik juga  memisahkan antara kasus pembuatan surat palsu KPK dengan kasus penyebaran kabar hoax. Usai pemeriksaan saksi ketika akan klarifikasi ke KPK terkait surat palsu itu, “terangnya.

Sebelumnya diberitakan, sempat viral surat panggilan palsu KPK yang ditujukan kepada Bupati Blitar Rijanto, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto dan staf Dinas PU PR. Akhirnya Bupati Blitar Drs Rijanto MM melalui kusasa hukum Pemkab Blitar untuk melaporkan ke Polres Blitar.

(sumber : detikcyber.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *