BERITA

Pungli Dana PIP Dilaporkan ke Polisi

lapor pungli pip

Penggiat Antikorupsi Melaporkan Dugaan Pungli Dana PIP ke Polisi

Radar Blitar – Empat mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Refolusioner (FMR) mendatangi Mapolres Blitar Kota kemarin. Mereka melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di bidang pendidikan yang dilakukan oleh oknum simpatisan partai politik (parpol). Ketua FMR Muhammad Kamal mengatakan, pihaknya sengaja melaporkan kasus, agar berwenang menindaklanjuti kasus tersebut.

Sebab, sampai saat ini belum ada tindakan aparat terhadap oknum partai yang melakukan pungli. “Seharusnya ditindak. Karena ini merupakan instruksi presiden untuk memberantas pungli. Salah satunya dengan membentuk Satuan Bersih (saber) Pungli,” ungkapnya.

Nah, oknum salah satu parpol besar yang meminta potongan sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu, kepada wali murid penerima Program Indonesia Pintar (PIP), merupakan salah satu bentuk pungli. Padahal, bantuan PIP itu sejatinya tidak boleh dipotong karena bertujuan untuk membantu siswa-siswi kurang mampu. “Sangat disayangkan, niat bagus pemerintah untuk membantu siswa miskin malah dipotong oleh oknum partai,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mendatangi ruang pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Blitar, untuk melaporkan dan menyerahkan berkas dan bukti terkait pungli bantuan PIP. Dia berharap agar pihak berwenang segera menindaklanjuti laporan. Jika tidak ditindak tegas, pihaknya khawatir permasalahab tersebut akan menjadi efek domino atau menyebabkab modus serupa pada program atau bantuan lain. “Laporan kami sudah diterima oleh SKPT untuk selanjutnya akan diserahkab ke Kapolres untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Sejumlah wali murid yang menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat mengeluh. Pasalnya, uang untuk bantuan tersebut disunat oleh oknum partai yang mengaku bisa memuluskan pencairan program tersebut.

Oknum simpatisan parpol itu kemudian mengeluarkan daftar ayang berisi nama siswa yang akan meneriman bantuan PIP. Lalu daftar tersebut diserahkan ke pihak sekolah. Kumudian pihak sekolah akan mengeluarkan surat pengantar untuk mencairkan bantuan. Nah untuk kelas I SD menerima bantuan PIP sebesar Rp 250 ribu dipotong Rp 50 ribu. Sedangkan untuk kelas II-V SD menerima bantuan sebesar Rp 450 ribu, dipotong sebesar Rp 150 ribu. (ful/ziz) sumber JAWA POS RADAR BLITAR