BERITA

PERAWAT RSUD CARUBAN DEMO

11889539_1211119812246752_292673844745005978_n

 

Ratuadil.or.id — Ratusan karyawan RSUD ( Rumah Sakit Umum Daerah ) Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, didampingi KRPK ( Komite Rakyat Pemberantas Korupsi ) Rabu (12/8/2015) pagi, meluapkan kekesalan mereka dengan berdemonstrasi. Bersepeda motor dari tempat kerja menuju kantor Kejaksaan Negeri Mejayan di tepi jalur jalan Madiun-Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.Sesampai lokasi tujuan, para karyawan itu berorasi dan melaporkan dugaan dugaan korupsi dan penyalah gunaan wewenang yang dilakukan oleh top managemen di rumah sakit tersebut.

Di hadapan aparatur Kejaksaan yang bergegas keluar menonton mereka, para demonstran itu menyampaikan tuntutannya sambil bernyanyi. “Ojo lali Direktur’e diganti, manajemen kudu dibenahi, saiki aku wis ora wedi, mergane sing tak lawan korupsi (Jangan lupa mengganti diekturnya, manajemen wajib dibenahi, sekarang ku tak lagi takut, karena yang kulawan korupsi) .”

Pesan itu sangat jelas mereka sampaikan demi mengeluhkan keresahan, di samping melalui orasi dan selebaran yang mereka sampaikan dalam demo buruh tersebut. Dalam selebaran bertajuk “Tangkap, Seret, dan Adili Koruptor di Pemerintah Kabupaten Madiun” yang dibagikan demonstra kepada wartawan dan aparat dipaparkan tentang berbagai fakta mencurigakan terkait manajemen rumah sakit tempat para karyawan itu bekerja.

Melalui orasi dan poster yang mereka rentang, sejumlah perwakilan karyawan mengungkap ketidakadilan di rumah sakit itu. Tergambar di poster tersebut sesosok karakter kurus yang menyuapi lelaki gemuk yang mengenakan jas dan dasi. “Karyawan tetap hanya digaji sesuai UMR Kabupaten Madiun,” keluh seorang demonstran melalui megafon.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Mejayan Intel Rahmat Hidayat yang mewakili institusinya menerima demo buruh itu menyatakan menampung semua pengaduan dan segera menindaklanjuti. Sesuai petunjuk kepala kejaksaan, katanya, maka segera dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk selanjutnya dianalisis kemungkinan melanjutkan proses hukumnya.

“Setelah dilaporkan kepada pimpinan dan disetujui, biasanya segera kami lakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk ditentukan apakah memang mungkin dilanjutkan atau tidak [kasusnya],” ujar Rahhmat Hidayat menjawab Madiunpos.com di lobi gedung kantornya.

Setelah puas menyampaikan aspirasinya masa pun bergegas keluar dari kantor kejaksaan dan bertolak ke kantor DPRD Kabupaten untuk memenuhi undangan Dewan yang memberikan fasilitas audiensi kepada mereka.

Di depan anggota dewan masa menyampaikan kurang lebih 13 aspirasinya kepada dewan terkait permasalahan – permasalahan yang mereka hadapi sebagai pegawai RSUD caruban beserta menyampaikan keluh kesah mereka yang mendapatkan tekanan tekanan yang muncul akibat mereka mau unjuk rasa seperti pemecatan, mutasi dan berbagai intimindasi yang dilakukan oleh oknum yang berkepentingan, tak hanya menyampaikan aspirasinya mereka juga meminta perlindungan kepada wakil mereka untuk melindungi mereka dari segala intimindasi yang ada.