Pasca Demo Beberapa Pegawai Dipanggil Manajemen RS Mardi Waluyo

Jumat, 08 Agustus 2014 19:51 | Oleh : Fajar Agustyono | pewarta-indonesia.com
KOPI, BLITAR – Dampak dari aksi demo ratusan tenaga perawat dan puluhan dokter yang tergabung dalam Forum Komunikasi Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar, Jawa Timur, yang dilakukan beberapa hari yang lalu di depan Kantor RS Mardi Waluyo. Kini beberapa orang dari mereka dipanggil pihak manajemen.
Seperti diberitakan sebelumnya, mereka tuntut pihak Manajemen Rumah Sakit agar transparan dan professional, dalam pengelolaan dana operasional program BPJS, Jamkesda, dan pelayanan umum. Dan berakhir dengan tuttutan secara tertulisyang ditujukan kepada Direktur RS. Mardi Waluyo.
Dikatakan Mohamad Trianto, koordinatar dan pendamping ratusan tenaga perawat dan puluhan dokter, dengan memanggil beberapa pegawai tanpa sepengetahuan yang lain, pihak manajemen RS Mardi Waluyo dinilai telah melakukan tekanan dan upaya memecah belah para pegawainya yang telah ikut bergabung dalam aksi demo kemarin.
Trianto berpesan kepada ratusan tenaga perawat dan puluhan dokter agar melakukan perlawanan terhadap segala bentuk intimidasi para pegawai yang menuntut transparansi pengelolaan keuangan Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar.
“Lawan intimidasi terhadap para pegawai yang menuntut transparansi pengelolaan keuangan Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar,” pesan Trianto.
Dia menambahkan, bila ada beberapa pegawai dipanggil mendadak oleh pihak manajemen Rumah Sakit, maka semuanya harus mengawal dan mendampinginya.
“Dipanggil satu, dipanggil semua. Ingat bahwa visi dan misi kita sangat jelas dan tegas, transparansi total dalam pengelolaan keuangan Rumah Sakit dalam program BPJS, Jampersal, Jamkesda, dan Jamkesmas adalah harga mati,” tegas Trianto ditengah-tengah ratusan pegawai serta puluhan dokter Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar, kemarin siang.
Lebih lanjut Trianto yang juga menjabat sebagai ketua umum Ratu Adil menyampaikan, bila kualitas kebijakan Rumah Sakit tetap seperti ini, pihaknya akan menyatakan mosi tidak percaya terhadap kerja serta kinerja pihak manajemen.
Kamis kemarin, ( 7/8 ) pihaknya juga sudah melayangkan surat kepada Ketua DPRD kota Blitar, terkait permasalahan tersebut dan menghendaki agar diakan dengar pendapat, dengan menghadirkan direktur RS Mardi Waluyo juga beberapa pihak terkait. (FJR)
Keterangan foto: Ratusan pegawai serta puluhan dokter Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar, saat memprotes atas pemanggilan beberapa rekannya oleh pihak manajemen Rumah Sakit. Kemarin, Kamis ( 7/8)
Foto/dok : M. Trianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *