BERITA

Muncul Penipuan Baru Di Blitar

1

BLITAR – masih beberapa bulan Kasus penipuan berkedok investasi oleh PT. Dua Belas Suku (DBS) yang menelan ribuan korban belum kelar penanganannya. Kini di Blitar muncul penipuan baru lagi yang juga berkedok investasi.
Seperti yang diungkapkan salah satu korban dari warga Sanankulon Kabupaten Blitar yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, dia bersama 320 orang lainnya telah menjadi korban penipuan yang berkedok investasi Wisata Jamur, yang dilakukan oleh Listyani Laras Wulan, 34 tahun warga BTN Panorama Megah Blok M13 Kota Blitar. Dalam dugaan penipuan investasi bodong tersebut Listyani istri dari Herry Cahyono, PNS salah satu Dinas di Pemkab Blitar, telah meraup keuntungan sekitar Rp. 2,5 miliar.
Menurut dia, kejadian tersebut berawal ketika, dia diajak temannya untuk mengikuti Investasi wisata Jamur yang dipromosikan melalui Facebook, yang menjanjikan memberi keuntungan sebesar 50% setiap bulan, dengan minimal investasi Rp. 200 ribu hingga ratusan juta rupiah. Karena tertarik dengan iming-iming bunga yang besar, dia beserta korban lainnya menanamkan uangnya untuk dinvestasikan ke wisata Jamur yang lokasinya menurut pelaku berada di Kelurahan Klampok Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, namun ternyata fiktif.
“Awal mulanya lancar mas, tapi setelah masuk bulan Mei ini semuanya macet. Katanya dananya masih diinvestasikan ke Wisata Jamur di Klampok. Namun setelah kami cek ke lokasi di Klampok, ternyata pemilik wisata jamurnya mengaku tidak pernah disaluri dana investasi dari Listyani,” jelas Ayu saat dikonfirmasi usai melaporkan kejadian ini ke Polsek Sananwetan.
Lebih lanjut dia menyampaikan, jika ada member yang berasal dari luar kota ingin melihat usaha jamur yang dijanjikan, pihak Listyani mengajak mereka ke lokasi Wisata Jamur milik Rhoma. Sementara Listyani mengaku ke pemilik wisata jamur, kalau ada wisatawan yang ingin melihat-lihat. Dia menambahkan, pada bulan Desember 2014 menginvestasikan uangnya sebesar Rp. 5 juta, dan akan dikembalikan sebesar Rp 60 juta pada bulan Juli 2015 mendatang.
Menurut beberapa korban, mereka berinvestasi dengan cara menstrasfer ke rekening Bank Mandiri atas nama Listyani Laras Wulan dan ke rekening BRI atas nama Herry Cahyono (suami pelaku), juga secara tunai ke rumah pelaku dengan tanda bukti kwitasi.
Menindak lanjuti kejadian tersebut para korban dengan didiampingi KetuaKomite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), Mohamad Trianto, melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Sananwetan, Minggu (17/5) dengan nomor Laporan TLP: 07/V/2015/Sek SNWT.
“Kami berharap, agar uang kami bisa kembali semua dan pelakunya diproses secara hukum. Dan aparat penegak hukum bertindak tegas,” harapnya.
Ditempat yang sama, M. Trianto menyampaikan, pihaknya akan melakukan pendampingan dari proses hukum, hingga hak hak korban bisa dikembalikan. Dia juga mendorong agar para penegak hukum, bisa bertindak adil dan bekerja maksimal. Aparat diminta agar melakukan invesigasi terkait larinya dana para anggota. Orang nomor satu di KRPK ini berharap agar kasus ini segera dilimpahkan ke Polres Blitar Kota.
“Jika nanti sudah dlakukan pemeriksaan saksi-saksi, dan diperkuat dengan barang bukti, pihak polres harus segera menetapkan Listyani sebagai tersangka,” ungkapnya.
Menurutnya dalam kejadian ini ada dugaan keterlibatan Herry Cahyono, suami pelaku yang bekerja sebagai PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Pasalnya Herry juga telah terbukti menerima dana dari para korban melalui transfer ke rekening BRI miliknya. (fjr)