BERITA

Membongkar Korupsi Agraria Blitar

WhatsApp Image 2017-01-24 at 13.39.07

Blitar – Petani yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Petani Blitar Raya (Gempita) kembali mendatangi kantor Kejari Blitar, Selasa (24/1/2017). Mereka menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi agraria.

Yang unik, selain membawa berbagai poster berisi tuntutan, para petani juga membakar kemenyan dan menabuh kentongan di depan Kantor Kejari Blitar.

“Kemenyan dan kentongan ini sebagai simbol kami untuk mengusir energi jahat dan membangunkan pejabat Kejari Blitar supaya memenuhi janjinya segera usut tuntas korupsi agraria ,” jelas koordinator aksi, Trianto.

Pada aksi demo sebelumnya, pihak Kejari Blitar berjanji akan menetapkan dan menahan tersangka kasus dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) pada tanggal 17 Januari lalu. Namun sampai hari ini, janji itu belum terealisasi.

Padahal, Kejari Blitar diketahui sudah dua tahun melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan korupsi di PT Kismohandayani Desa Soso dan PT Retorejo Kruwuk Desa Gadungan Kec Gandusari Kabupaten Blitar. Kedua perusahaan itu HGUnya telah habis sejak tahun 2010.

Mengacu pada Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 tahun 1960 dan Peraturan Pemerintah No 40 tahun 1996 tentang HGU, diatur jika HGU habis masa berlakunya tapi masih dikelola, maka ada indikasi korupsi. Dalam dua kasus ini, kerugian negara ditafsir lebih dari Rp 10 miliar.

Sementara, bekas perkebunan PT Kismohandayani saat ini masih menjadi obyek sengketa antara masyarakat penggarap dengan pemilik bekas perkebunan perusahaan itu. Pengadilan Negeri Blitar mendata kasus tersebut di dokumen No 142/PDT.G/2016/PN.BLT dan No Blokir HGU di Badan Pertanahan Nasional Blitar No 306/27 Desember 2016.

“HGUnya habis tapi tetap dibiarkan menguasai lahan yang harusnya dikembalikan ke petani penggarap, ada permainan apa ini kok tersangka belum ada apalagi sampai ditangkap,” teriak Trianto dalam orasinya.

Menanggapi aksi ini, Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Blitar Safi menemui massa disela berlangsungnya aksi. Sempat terjadi tanya jawab terkait proses penanganan kasus dugaan korupsi ini.

“Kami sudah proses sesuai prosedur, namun hasil penyidikan tidak bisa kami umumkan. Diduga akan ada tersangka lain yang segera kami tangkap, terima kasih teman-teman kembali datang untuk mengingatkan supaya kami bekerja lebih cepat lagi,” kata Safi.

Aksi damai ini sempat membuat macet arus lalu lintas di sepanjang Jalan Sudanco Supriyadi Kota Blitar. Namun setelah mendapat jawaban dari perwakilan Kejari, massa dengan tertib membubarkan diri.
(bdh/bdh) sumber; news.detik.com