BERITA

May Day 2017 Buruh Blitar Turun Ke Jalan

DSC_1278 - Copy

Buruh Blitar Gelar Teatrikal Kritik Pemerintah

JATIMTIMES, BLITAR – Puluhan buruh dan guru honorer di Blitar, Jawa Timur, yang tergabung dalam Serikat Buruh Merdeka (SBM) memperingati May Day dengan gelar aksi damai turun ke jalan, Senin (1/5/2017).

Dalam aksi  di perempatan Lovi Kota Blitar, SBM menyampaikan banyak tuntutan, di antaranya menuntut pemberian upah buruh dan tenaga honorer sesuai dengan upah minimum kota/kabupaten (UMK), serta  penolakan terhadap system outsorching (kontrak).

Sedikitnya massa yang bejumlah sekitar 50 orang menyampaikan orasi sambil membawa bendera dan spanduk, bertuliskan kecaman terhadap pemerintah yang dinilai tak memperhatikan nasib buruh.

“UMK Blitar Raya terendah se Jatim, UMK Kabupaten Blitar hanya Rp.1.520.920 dan Rp.1.509.010 untuk Kota Blitar. tapi begitu dicek miris, banyak perusahaan yang menggaji karyawan jauh dibawah UMK, hanya 750 sampai 800 ribu,” kata M.Triyanto, koordinator aksi dalam orasinya.

“Gaji guru dan pegawai honorer juga begitu, hanya 750 ribu, mana perhatian pemerintah daerah untuk mensejahterakan meraka,” tambahnya.

Triyanto juga menilai bahwa pemerintah kurang memperhatikan nasib buruh karena belum secara penuh melaksanakan UU No 13 Tahun 2003.

“Fakta di lapangan masih banyak perusahaan yang menerapkan system kontrak. Aroma perbudakan kental terasa dengan gaji yang dibawah UMK mereka ditindas dengan jam kerja yang melebihi batas waktu,” ujarnya.

Persoalan lain yang membuat nasib buruh kian sengsara menurut Triyanto, adalah Peraturan Pemerintah No 78/2015 yang membatasi kenaikan upah. Kedua mengeluarkan kebijakan pemagangan berkedok pendidikan , dimana pekerja hanya dibayar dengan uang saku. Dan yang ketiga menerapkan PP No 45/2015.

“Kami harap pemerintah tidak pura-pura tuli dan buta, kami mendesak Presiden Jokowi mencabut PP No 78/2015 dan PP No 45/2015,” tandas Triyanto.(*) sumber jatimtimes.com