BERITA

Massa Anti Korupsi Tagih Janji Kajari Blitar Usut Tiga Kasus Korupsi

143941_aksidikejaril

Rabu, 05/11/2014 14:37 WIB |┬áIrvan Fauzi – detikNews

Blitar – Massa penggiat anti korupsi Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), kembali
mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar. Mereka datang untuk memastikan, 3 laporan
mereka terkait kasus korupsi di Blitar yang belum ditindaklanjuti.

Menurut Triyanto, ketua KRPK, kedatangan mereka kali ini untuk mendesak Kajari segera
mengusut tuntas kasus korupsi yang sudah mereka laporkan.

“Kita mendesak agar Kajari agar segera mengusut korupsi di pemkab dan Pemkot Blitar.
Korupsi ini dilakukan secara berjamaah dan merugikan negara miliaran rupiah,
” ujar Triyanto kepada wartawan di depan Kantor Kejari Blitar, Rabu (6/11/2014).

Tiga kasus dugaan korupsi yang dilaporkan adalah kasus ruislag tanah Jatilengger yang
melibatkan Bupati Blitar Herry Noegroho dan mantan Ketua Dewan M Taufik. Kasus yang kedua
adalah kasus pemotongan dana taktis Jamkesmas tahun 2012-2013 oleh managemen Rumah Sakit
Ngudi Waluyo Wlingi. Semetara kasus ketiga adalah pemotongan dana jasa pelayanan di Rumah
Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar.

Massa yang datang diterima Kajari Blitar, Dade Ruskandar di ruang kerjanya. Wartawan yang
mencoba ikut masuk, diusir oleh satpam Kejari. “Tolong jangan masuk mas. Tolong tinggalkan
tempat ini,” kata seorang satpam sambil menarik tangan wartawan.

Usai bertemu dengan Kajari, Triyanto menyatakan jika ia akan menagih janji Kajari.
“Kami tunggu langkah konkrit dari Kejaksaan. Kasus korupsi harus diusut tuntas di Bumi
Proklamator ini,” tegas Triyanto.

Sementara itu, Kajari berjanji akan ada kejutan dalam kasus dugaan korupsi Jatilengger.
“Akan ada tersangka baru yang melibatkan pejabat legislatif maupun pejabat eksekutif yang
akan ditetapkan menjadi tersangka sebelum akhir bulan Desember,” janji Kajari kepada
wartawan.

Saat ditanya ada tidaknya tersangka baru, Dade menolak untuk memberikan keterangan.
“Itu nanti kami sampaikan. Belumlah kalau sekarang,” ujar Dade.

Massa pun akhirnya membubarkan diri setelah aspirasinya didengarkan Kejaksaan.