Lawan Kriminalisasi Aktivis ANTIKORUPSI

gambar : by google

Kamis, 18 Oktober 2018

BLITAR, – Kasus surat panggilan pemeriksaan palsu berlogo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditujukan kepada Bupati Blitar Rijanto dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Blitar berbuntut panjang. Beberapa kali Bupati Blitar Rijanto memberikan klarifikasi terhadap masalah ini.

Terakhir, Pemerintah Kabupaten Blitar resmi melaporkan dugaan tindak pidana menyiarkan atau memberitakan kebohongan melalui media sosial Facebook, ke Polres Blitar. Pelaporan ini dilakukan menyusul viralnya unggahan akun Facebook tersebut sehingga menyebabkan kegaduhan.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha mengatakan pelaporan ini dilakukan oleh Kabag Hukum Polres Blitar Agus Sunanto dengan nomor laporan B/315/X/2018/SPK/Jatim/Res Blitar tanggal 16 Oktober 2018. Dengan terlapor pemilik akun Facebook berinisial TR yang pertama kali mengunggah isu surat panggilan pemeriksaan oleh KPK terhadap Bupati Blitar Rijanto.

“Yang dilaporkan pemilik atau yang bertanggung jawab terhadap akun Facebool berinisial TR. Dengan pelaporan ini, Polres Blitar secara resmi segera memulai proses penyelidikan hingga proses penyidikan terkait perkara dugaan pemberitaan berkonten tidak benar,” ungkap Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha, Rabu (17/10/2018).

Sementara itu terlapor “TR”, mengakui telah menerima surat panggilan sebagai saksi dari Polres Blitar dan akan kooperatif memenuhi panggilan yang ditujukan kepadanya. “Memang benar saya telah menerima surat panggilan sebagai saksi atas dugaan kasus tersebut. Sebagai warga negara yang taat hukum saya akan menghadiri panggilan tersebut.” ucapnya dengan senyum.

Koordinator KRPK : Imam Nawawi selesai dakwah. (foto by hands)

Koordinator KRPK, Imam Nawawi menyatakan mengecam keras segala bentuk kriminalisasi aktifis antikorupsi. “Saya sangat mengecam keras segala bentuk kriminalisasi terhadap aktifis antikorupsi dalam bentuk apapun. Bahwa apa yang dilakukan terlapor adalah salah satu bentuk upaya pencegahan korupsi. Tapi faktanya ada oknum oknum dengan sengaja ingin memutar balikan fakta yang ada. Tetapi kami yakin cepat atau lambat akan segera terbongkar siapa aktor intelektual dibelakangnya.  Dan seluruh dugaan kasus kasus korupsi yang ada di Blitar akan segera terbongkar. Kami juga mendesak kepolisian fokus kepada pembuat surat. masyarakat awam jangan sampai terbawa pengalihan isu yang sedang dipelintir oknum oknum tidak bertanggung jawab.” papar Imam.(sumber : Bangsa Online.com )

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *