BERITA

KRPK LAPORKAN DUGAAN KORUPSI STADION NGLEGOK DAN GEDUNG AMPHITEATER PENATARAN

uploads--1--2013--03--29498-tanah-untuk-rakyat-386x290-milik-negara-kesejahteraan

Ratuadil.or.id- Komite Rakyat Pemberantas Korupsi ( KRPK ) mendatangi Kejaksaan Negeri Blitar senin, ( 6/7 ) sekitar pukul 10.30 WIB untuk melaporkan adanya temuan kekurangan volume pembangunan Stadion Nglegok dan Amphi Teater Penataran Dengan membawa dua bendel dokumen, Koordinator KRPK Mohammad Trianto bersama puluhan anggotanya menemui Kepala Kejaksaan Negeri ( Kejari )Blitar untuk melaporkan dan menyerahkan dua dokumen yang merupakan temuan dari Audit BPK terkait pembangunan Stadion Olah Raga Nglegok dan Amphi Teater penataran.

Kedatangan kami ke Kejari Blitar untuk melaporkan dugaan adanya indikasi korupsi terkait pengerjaan Stadion dan Amphiteater yang berada di Nglegok dan Penataran pada tahun anggaran 2014 Kabupaten Blitar ungkap Mohammad Trianto

Menurutnya pembangunan stadion yang terletak di Kecamatan Nglegok tersebut telah dilakukan perubahan kontrak/addendum dengan surat perjanjian kontrak kerja Nomor : 600.ADD/20/409.109/PPK/BAPP/2014 tanggal 26 juni 2014, tentang perubahan nilai kontrak sebesar 12.073.200.000. selain itu pekerjaan tersebut juga dilakukan perubahan melalui berita acara pemeriksaan dengan Nomor : 600.ADD/20/409.109/PPK/BAPP/2014 tanggal 30 Oktober 2014. Dalam berita acara dinyatakan, bahwa pekerjaan tersebut telah dibayar 100% senilai 12.073.200.000.

Dalam penghitungan volume pekerjaan yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan ( MC 100 ) tanggal 18 Desember 2014, yang ditangani Dinas PU Cipta Karya, selaku pengguna anggaran, PPK, PPTK, Tim Pengawas Lapangan PU Cipta Karya, Direktur KSO dan Konsultan Pengawas, menurut Trianto bahwa pekerjaan tersebut deterima dalam kondisi baik. Namun dalam keadaan baik. Namun kenyataannya ditemukan adanya pengurangan volume pekerjaan ( Mark Down ) yang terjadi di beberapa titik. Hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar 569,1 juta. “ dari berita acara dinyatakan bahwa diterima dalam kondisi baik, namun telah terjadi pengurangan volume pekerjaan” terangnya.

Sedangkan untuk pembangunan Amphi teater dalam berita acara Nomor : 600.ADD/47/409.109/PPK/SPMK/2014 tanggal 25 agustus 2014 dinyatakan, bahwa pekerjaan tersebut telah di bayar 100% senilai 3.473.420.000, akan tetapi setelah dilakukan pemeriksaan fisik, masih ada 7 titik pengerjaan yang belum terpasang dengan istimasi nilai pembayaran sebesar 107.2 juta. Setidaknya para pelaku bisa di jerat dengan pasal 2 UU RI nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999, tentang tindak pidana korupsi, imbuh Trianto. ( ardy )