BERITA

KRPK Desak Kejaksaan Usut Kasus Korupsi Bansos dan Perkebunan

DSC00207 - Copy
BERITA BLITAR – Terkait penanganan  kasus korupsi atau kasus penyalahgunaan atau penyimpangan dana hibah/ bansos serta dugaan korupsi di beberapa bekas tanah perkebunan yang dinilai lambat, Kamis ( 2/6 ), massa KRPK dari berbagai elemen kembali ngluruk Kejaksaan.
Penanganan kasus – kasus korupsi kembali disuarakan karena sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya terkait penetapan tersangka dari pelaporan yang telah disampaikan KRPK ke Kejaksaan.
Terungkapnya berbagai macam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial/dana hibah Pemerintah Kabupaten Blitar yang bernilai ratusan milyar pada tahun 2014 – 2015 dan dugaan penyelewengan di beberapa bekas perkebunan oleh beberapa oknum pejabat serta pemilik modal di Kabupaten Blitar yang telah merugikan keuangan negara; proses penanganan kasus – kasusnya terkesan berbelit – belit serta gak jelas hasil akhirnya. Hal itu disampaikan oleh Koordinator aksi Ketua KRPK, Moch. Trianto kepada awak media ” bahwa wajar bila gembar – gembor penuntasan kasus dugaan korupsi tersebut akhirnya hanya dianggap oleh sebagian masyarakat Blitar Raya sebagai lahan subur untuk ATM berjalan para penegak hukum “.
Dalam pernyataan Kasi. Intelejen Kejari Blitar, Hargo Bawono menanggapi tuntutan massa menyatakan bahwa untuk penanganan hibah dana bansos, Kejaksaan fokus pada proses yang sudah meningkat di penyidikan di satua kerja dan untuk penanganan kasus dugaan korupsi di perkebunan dalam satu atau dua minggu sudah akan ada tersangkanya khususnya untuk perkebunan Kruwuk, sedangkan untuk perkebunan Soso masih masih dilakukan pendalaman – pendalaman dalam proses penyelidikan, ujarnya.
Aksi massa yang diiringi bedug dalam melakukan aksinya juga membawa  papan plang  yang bertuliskan Kantor Pengacara Koruptor, dimana dalam tuntutan yang disuarakan jika dalam satu atau dua minggu tidak terbukti pernyataan Kejaksaan, maka papan plang akan dipasang di kantor Kejaksaan Negeri Blitar.( pur/ich )