BERITA

KRPK Desak Kejaksaan Selesaikan Kasus Kampung Merah Putih

1449571632-korupsi

BLITARTIMES – Peringatan Hari Anti Korupsi yang bertepatan dengan hari libur Nasional dimana 9 Desember dan bertepatan dengan pelaksanaan Pilkada serentak memaksa berbagai elemen masyarakat memajukan peringatan Hari Anti Korupsi.

Di Blitar, Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) memperingatinya dengan turun ke jalan dan mendatangi Kejaksaan Negri Blitar, Selasa (8/12/2015).

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10 pagi, dengan simpatisan puluhan massa dari warga Kampung merah Putih (KMP) ini, cukup mengagetkan karena sebelumnya tidak mendapatkan izin dari kepolisian.

Alasan kepolisian, karena bertepatan dengan masa tenang Pilkada.  Ancaman tidak main-main, jika permintaan mereka tidak dituruti mereka mengancam akan tidur dan menginap di Kantor Kejaksaan.

Sekitar satu jam massa memulai aksi dengan berorasi, mereka menuntut tersangka korupsi Perkebunan Gambar Anyar yang tepat hari Selasa (8/12/2015) diperiksa untuk ditahan.

Selain itu, mereka juga menuntut Kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus Perkebunan Nyunyur, Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

“Perkebunan Nyunyur ini aneh, HGU nya mati tapi masih tetap dikelola oleh pihak Perkebunan. Harusnya jika HGU nya mati pengelolaan dikembalikan ke Negara,” kata Muhammad Triyanto, Korlap Aksi dan Ketua KRPK.

Triyanto menambahkan, pihaknya menuntut Kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus perkebunan karena ada dugaan keterlibatan oknum-oknum BPN dan Perkebunan bermain dan menguasai lahan-lahan Perkebunan yang HGU nya mati semisal Soso, sengon dll.

“Di Kabupaten Blitar ada sekitar 20 Perkebunan yang HGU nya mati, kami mendesak Kejaksaan segera mengusut tuntas. Karena jelas jika HGU mati tanah kembali kepada Negara,” paparnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, Untuk kasus Soso pihak Kejaksaan harus segera dituntaskan  karena jelas, HGU Perkebunana Soso mati dan dinyatakan tanah terlantar oleh Seskam.

Namun faktanya, masyarakat yang menanam tidak bisa menikmati hasil tanaman mereka dan justru hasil tanaman tetap dinikmati oleh pihak Perkebunan