BERITA

Kantor Kejaksaan Negeri Blitar Didatangngi KRPK

10547719_1150307161661351_4727351362399018231_o

Blitar – jum’at ( 15/4 ) 09 :15 wib puluhan aktivis yang mengatasnamakan Komite Rakyat Pemberantas Korupsi ( KRPK ) yang merupakan salah satu sel kerja dari Ormas Ratu Adil mendatangngi Kantor Kejaksaan Negeri Blitar untuk konfirmasi perkembangan penanganan kasus korupsi yang melibatkan oknum pejabat dikota maupun kabupaten blitar.
Seperti kasus tukar guling tanah jati lengger, kasus lampion, kasus pemotongan dana taktis yang telah menjadikan mantan direktur RS. Ngudi Waloyo menjadi tersangka, dugaan kasus gratifikasi yang melibatkan beberapa oknum pejabat di blitar, kasus PT. DBS, kasus pungutan redistribusi tanah, dan beberapa dugaan kasus korupsi lainnya.
Kali ini rombongan ditemui lansung oleh Kejari Blitar Dede Rusnandar, kasi intelejen Hargo Bawono dan melakukan diskusi menyangkut beberapa kasus korupsi yang ditangani oleh kejaksaan negeri blitar yang sampai saat ini dirasa berhenti.
Kepala Kepala Kejaksaan Negeri Blitar Dede Rusnandar, SH. MH. Mengatakan kami masih terus mendalami beberapa kasus dugaan korupsi , kami tidak mau salah melangkah, untuk kasus Jati Lengger sudah ditangani oleh Kejati karena ada peraturan jika tersangka kasus korupsi adalah kepala daerah yang menangani adalah kejati. Dan untuk kasus lainnya mohon ditunggu dan kawalah kami.
Kordinator KRPK Mohammad Trianto mengatakan Raport penegakkan supremasi hukum di negeri ini memang begitu bobrok. Bila ada orang kecil maling sandal japit langsung ditangkap, tapi giliran para pejabat maling uang rakyat milyaran rupiah tetap saja nggak dusut hingga tuntas Jika Kejaksaan Negeri Blitar tetap saja terkesan mandul dan tebang pilih, maka kita akan laporkan beberapa dugaan pidana korupsi ini ke Kejati, Kejaksaan Agung dan KPK (LLK)