BERITA

KANTOR KEJAKSAAN NEGERI BLITAR DI DATANGI KRPK

11896291_1221257037899696_2612196961365891404_o

   ratuadil.or.id – merasa beberapa dugaan – dugaan  kasus korupsi yang telah dilaporkan mandek di kejaksaan negeri blitar, puluhan anggota Komite Rakyat Pemberantas Korupsi ( KRPK ) mendatangi kejaksaan selasa ( 27/08 )  utuk menanyakan perkembangan terkait beberapa dugaan kasus korupsi yang telah dilaporkan diantaranya dugaan pengurangan kasus korupsi yang terjadi dalam pembangunan stadion nglegok, amphi teater penataran, kasus penipuan PT. dua belas suku dan kasus korupsi di bapema Kabupaten Blitar.

    sekitar pukul 11.30 rombongan yang dipimpin M. Trianto ini tiba di kejaksaan negeri blitar dan langsung di temui oleh Kejari Blitar Dede Ruskandar, SH. MH. untuk menanyakan kenapa kasus yang mereka laporkan seakan akan penanganannya lambat padahal bukti sudah ada .

kami mendatangi Kantor Kejaksaan kali ini untuk konfirmasi terkait beberapa laporan kita yang mandek di kejaksaan dan patut kita duga beberapa oknum Kejaksaan Negeri Blitar ikut dalam sebuah konspirasi Bayangkan oknum pejabat Pemkot dan DPRD Kota Blitar yang telah mencicil pengembalikan duit hasil dugaan korupsi grativikasi PT DBS sebesar Rp 1 milyar, tidak diperiksa atau bahkan ditahan. Konyolnya lagi kenapa duit sebesar itu tidak langsung disita sebagai barang bukti kejahatan, malah diberikan kepada managemen PT DBS ???!!Bukankah dugaan korupsi grativikasi milyaran rupiah tersebut sudah kita laporkan ke penegak hukum. Kalau duit sebesar itu saja tidak disita dan dijadikan barang bukti kejahatan, mana mungkin emas batangan dan aset yang lain milik PT DBS mampu disita. ungkap Mohammad Trianto Koordinator KRPK.