BERITA

HONORER SEINDONESIA TUNTUT SEGERA DIANGKAT MENJADI PNS

DSC00153

Ratuadil.or.id – 20 Ribu guru honorer berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Mereka menuntut diangkat menjadi PNS.

Di depan Gedung DPR, di Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (15/9/2015) massa guru menutup ruas jalan. Hanya di depan ruas busway saja kendaraan melintas.
Para guru ini menuntut peningkatan status dari honorer menjadi pegawai tetap (PNS). Rencananya, selain ke DPR para guru ini akan ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Kementerian Pendidikan Nasional.

Massa guru juga memiliki rencana ke Istana Negara bila demo pagi ini tidak disetujui oleh kementerian terkait.
Pihak kepolisian sudah melakukan pengalihan arus kendaraan. Kendaraan dari dalam Tol yang hendak keluar depan Senayan, diluruskan keluar Slipi. Sementara kendaraan di Jl Gatot Subroto dari arah Semanggi yang mengarah ke Slipi dibelokkan ke Jl Pemuda.
Sistem buka-tutup diberlakukan di Jl Gatot Subroto arah DPR ini untuk mengantisipasi agar kemacetan tidak sampai mengekor ke Lingkar Semanggi yang akan mengunci kemacetan ke arah lain.

 

Sementara itu Polisi mengantisipasi kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi karena ada demo ribuan guru honorer di depan Gedung DPR. Arus lalu lintas pun dialihkan untuk mengurai macet.

Hingga kini pukul 11.22 WIB, demonstrasi ribuan guru honorer masih berlangsung. Mereka tengah bergerak untuk berorasi di depan Gedung Kemenpan RB di Jalan Jenderal Sudirman.
Ribuan guru honorer yang pagi tadi berdemo di depan Gedung DPR/MPR berencana menyambangi kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta. Ada ratusan personel polisi yang disiagakan termasuk kendaraan taktis.

Dari data yang dihimpun, ada 688 personel yang disiagakan berjaga di Kemenpan RB, satu kendaraan water cannon dan barracuda. Hingga pukul 13.20 WIB, Selasa (15/9/2015), belum tampak pendemo yang datang ke Kemenpan RB.

Hanya ada perwakilan guru honorer yang berjumlah 20 orang. Mereka sebelumnya bertemu dengan Menpan Yuddy Chrisnandi berdialog menyuarakan tuntutan ribuan guru honorer yang hari ini turun ke jalan.

 

Hadir pula Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian yang tampak berbicara dengan koordinator pendemo untuk membahas sistem pengamanan pendemo yang akan datang.

Guru honorer dalam tuntutannya mendesak pemerintah menerbitkan regulasi tentang penuntasan honorer kategori 2 menjadi aparatur sipil negara (ASN); memberikan upah layak bagi honorer sebesar UMP dan mengangkat seluruh guru honorer menjadi PNS..

Ketua PGRI Sulistyo menyampaikan informasi ini kepada ratusan guru honorer dari atas mobil sound system. Tak pelak, kabar ini pun langsung disambut sukacita oleh para tenaga honorer.

Ada yang bersorak sorai hingga sujud syukur. Malah ada juga beberapa tenaga honorer perempuan yang tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya hingga menangis.

“Alhamdulillah,” pekik mereka di depan Gedung DPR, Selasa (15/9/2015) pukul 18.30 WIB.

Sejurus kemudian, salah satu orator meminta agar demonstran membubarkan diri dengan tertib. Tanpa perlu berlama-lama, mereka akhirnya bubar. Kini jalur di depan Gedung DPR yang mengarah ke Slipi kembali lancar.

Sebelumnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi memastikan pemerintah akan segera mengakomodir tuntutan para guru honorer yaitu dengan mengangkat mereka sebagai PNS. Pengangkatan akan dilakukan secara bertahap.

“Rencana pengangkatan 440 ribu guru honorer untuk menjadi PNS hingga akhir tahun ini atau berjenjang secara bertahap hingga tahun 2019,” kata Yuddy saat rapat dengan Komisi II DPR.
KABAR GEMBIRA bagi para guru honorer k2. Menteri Aparatur Negara, pak Yuddy telah memutuskan bahwa kemanpan akan mengangkat seluruh honorer k2 sebanyak 439.965 orang

menpan yuddy menerangkan bahwa setelah menghitung dan mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya, mereka memutuskan untuk mengangkat seluruh honorer k2 secara bertahap. kuotanya dibulatkan menjadi 440 ribu orang. dalam rapat kerja dengan komisi II DPR, stadi sore

 
pengangkatan tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun depan hingga 2019 nanti, dan menimbang rata-rata usia honorer k2 yang banya telah berusia diatas 35 tahun, maka tidak bisa menggunakan UU ASN

Pak yuddy juga menegaskan bahwa seluruh honorer k2 sebanyak 440 ribu orang akan diangkat semua, tidak ada yang akan jadi PPK