BERITA

Hari Anti Korupsi Internasional Blitar

dsc_0100

Blitar – Sekitar seratus warga Blitar yang menamakan diri Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) menggelar aksi demo di depan Kantor Kejaksaan Negeri Blitar di Jl Sudanco Supriyadi Kota Blitar, Kamis (8/12/2016).

Selain membawa berbagai poster yang isinya tuntutan penuntasan kasus korupsi di Kabupaten Blitar, beberapa massa juga membawa sapu lidi dan tempat sampah.

Dalam orasinya, Trianto, koordinator aksi menyatakan selama ini Kejari Blitar dinilai lamban menangani kasus korupsi yang terjadi di Blitar.

“Banyak kasus korupsi belum diusut, bahkan ada satu tersangkanya yang sudah melarikan diri. Segera usut tuntas korupsi itu tanpa dikotori adanya konspirasi hukum,” teriak Trianto.

Setelah berorasi, beberapa anak muda yang mengenakan kaos bertuliskan, “Saya Pejuang Anti Korupsi” yang membawa sapu lidi bergegas menyapu daun-daun kering yang berserakan di depan Kantor Kejari Blitar, lalu mengumpulkannya dan dibuang di tong sampah yang tersedia.

“Ini adalah tim sapu bersih korupsi dari masyarakat Blitar supaya penegakkan supremasi hukum di Blitar benar-benar bersih dari konspirasi hukum,” tambah Trianto dalam orasinya.

Massa menuntut penuntasan kasus korupsi tanpa pandang bulu, mencopot penegak hukum nakal yang tidak konsisten dan tidak punya komitmen, meminta Polda Jatim, Mabes Polri bahkan KPK mengambil alih kasus dugaan korupsi di Kabupaten Blitar dan meminta Tim Saber Pungli Polda Jatim dan Mabes Polri untuk turun ke Blitar Raya.

Massa lalu ditemui perwakilan Kejari Blitar yakni Kasi Intel, Safi yang menyatakan berterima kasih pada masyarakat anti korupsi Blitar.

“Saya sangat berterima kasih, dengan rajinnya masyarakat Blitar berdemo memacu kinerja kami untuk segera menuntaskan kasus korupsi disini,” kata Safi.

Namun pengananan kasus korupsi tambah Safi jauh berbeda dengan kasus lainnya karena harus menunggu hasil pemeriksaan BPK atau menunggu berkas penyidikan dari Kepolisian. “Jadi waktu untuk prosesnya memang agak lama,” jelasnya.

Safi menegaskan, sampai akhir tahun 2016 Kejari Blitar hanya mempunyai dua pekerjaan rumah kasus korupsi karena masih menunggu hasil audit dari BPK.

Sedangkan kasus lain yang diklaim KRPK molor penanganannya seperti dugaan korupsi KONI, KPU Kab Blitar dan Bansos sudah naik ke tahap penyidikan dan sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
(bdh/bdh) sumber detiknews