BERITA

Halal bihalal Ratu Adil 2016

DSC01392

BLITAR KOTA – ribuan elemen masyarakat yang terdiri dari Petani, Nelayan, Buruh, Pedagang Pasar, Guru Honorer, Mahasiswa, dan Pelajar. Berkumpul di Gedung Graha Patria Kota Blitar, Minggu 31/7, lalu. Mereka mengelar Halal bihalal & konsolidasi dengan anggota DPR-RI.

Ribuan massa itu tergabung dalam berapa organisasi di bawah naungan Ormas Ratu Adil. Diantaranya Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), Front Perjuangan Petani Mataraman (FPPM), Serikat Buruh Merdeka (SBM), Gerakan Anak Jalanan (GANJA), Front Mahasiswa Revolusioner (FMR), Guru Honorer serta Pedagang Pasar Penataran.

Mereka berasal dari beberapa wilayah di Kabupaten Blitar. Seperti perkebunan Gondang Tapen, Desa Ringin Rejo Kecamatan Wates dan Perkebunan Nyunyur Desa Soso, Desa Semen Kecamatan Gandusari, Hutan Ampel Gading Desa Ampel Gading Kecamatan Selorejo, Hutan Sumberboto Desa Tambak Rejo, Kecamatan Wonotirto. Selain itu ada pula dari Hutan Bululawang Desa Bululawang Kecamatan Bakung dan Kota Blitar. Serta beberapa daerah lainnya, seperti Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, Kabupaten Jawa Tengah dan lainnya.

Halal bihalal dihadiri  langsung oleh Arteria Dahlan, anggota DPR-RI dan beberapa perwakilan dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Malang Corruption Watch (MCW).

Menurut M. Trijanto Ketua Umum Ratu Adil, inti dari kegiatan tersebut sejatinya untuk ajang silaturahmi atau halalbihalal antar sesama anggota badan otonom yang berada di bawah naungan Ormas Ratu Adil. ‘’Tapi, dalam kegiatan tersebut juga digelar konsolidasi dan rekonsiliasi untuk menyusun agenda kedepan terkait isu-isu yang berkembang. Terutama menjadi perjuangan para petani ,buruh guru honorer, dan permasalahan lainnya. Misalnya rencana pertemuan antara Pemkab Blitar dengan petani petani di pendopo pada 11-14 Agustus mendatang‘’ jlentrehnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menggelar dilaog yang membahas tentang perjuangan kedepan melawan korupsi dan politisi busuk. Misalnya, langkah apa yang akan dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang saat ini membelit beberapa masyrakat kecil yang terpinggirkan, seperti persoalan perkebunan, pengangkatan guru honorer,  dan kasus korupsi yang sampai saat ini mandeg di tingkat aparat penegak hukum.’’ Kami sepakat untuk terus berjuangan melawan korupsi dan politisi busuk yang menyengsarakan kaum kecil. Kami juga akan mendatangi aparat penegak hukum, seperti kepolisian dan kejaksaan untuk segera menyelesaikan kasus korupsi, ‘’ujarnya.

Tidak hanya membahas langkah-langkah dan strategi dalam memperjuangkan hak kaum terpingirkan, dalam kegiatan itu, pihaknya juga memberikan pemahaman dan materi. Yakni tentang kiat manghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), mengenai bagaimana masyarakat harus mandiri dalam menyikapi pasar bebas. Diantaranya memeberikan kiat untuk berwirausaha yang berbasis kerakyatan, memproduksi aneka kebutuhan agar tidak tergantung dengan produk luar negeri. Misalnya, memproduksi pupuk organic, dan sebagainya.’’selain berjuang, kami juga belajar wirausaha agar tercipta masyarakat yang mandiri,’’katanya.

Disela acara, pihaknya mengumumkan pemenang Lomba Pildacil dan Tahfid Tartil Quran (TTQ) tingkat TK dan SD yang diadakan beberapa waktu lalu. Keluar sebagai pemenang pildacil yakni M. Rohmatul Ula dari TPQ Roudlatul Tholibin Desa Sumber, Kecamatan Sanan Kulon. Pemenang TTQ yakni Ainul Lutfiana Dari Mi Hidayatul Ulum Desa Dayu, Kecamatan Nglegok. ‘’sebagai hiburan, Orkes Keroncong Bina Mitra pimpinan munas yang juga kader ratuadil ikut memeriahkan kegiatan ini,’’ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, pihaknya berharap agar elemen masyrakat yang tergabung dalam Ormas Ratu Adil lebih kompak untuk menentukan langkah-langkah dan arah garis perjuangan kedepan. Agar bias menyikapi adanya permasalahan atau isu. Baik yang ada di daerah, wilayah maupun pusat. ’’intinya, semoga apa yang kita cita-citakan terkait keadilan bias tercapai. Untuk itu kita harus konsisten dengan apa yang telah kita perjuangan dan terpenting kita tetap berikrar bahwa NKRI harga MATI,’’

Sementara itu ARTERIA DAHLAN, anggota DPR-RI mengapreasi banyaknya elemen massa yang hadir dalam kegiatan konsolidasi dan rekonsiliasi. Dirinya, memuji loyalitas serta komitmen massa yang tergabung dalam Ormas Ratu Adil dalam memperjuangakan keadilan. ‘’salah satu bentuk loyalitas yang diberikan yakni, rela menunggu kehadiran saya hingga sore hari, ‘’katanya. (pur/ful)