BERITA

Gubernur Jatim Digruduk Petani Blitar

11037773_1152824001409667_7374173570509168756_n

ratuadil.or.id – merasa puluhan tahun konflik tanah yang terjadi di blitar tak ada penanganan yang serius, ratusan petani dari Blitar meluruk kantor Gubernur Jawa Timur untuk mendesak gubernur soekarwo menepati janjinya saat kampanye untuk menyelesaikan konflik agraria yang hingga saat ini belum selesai di blitar .
masa yang tergabung dalam FPPM ( Front Perjuangan Petani Mataraman ) meminta agar gubernur segera turun tangan dan melaksanakan peraturan bersama empat menteri tentang inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang semestinya bisa menjadi sebuah kado manis bagi masyarakat yang selama ini menduduki tanah yang di klaim milik perhutani, yang hingga saat ini masih belum mempunyai payung hukum yang mampu untuk dijadikan dasar untuk pembagian tanah kepada rakyat yang hingga saat ini belum bisa dilaksanakan oleh pemangku kepentingan yang ada di blitar.
Padahal sudah jelas dalam peraturan bersama empat mentri tersebut sudah dijelaskan bahwa masyarakat yang telah menduduki tanah lebih dari dua puluh tahun bisa mengajukan sertifikat gratis melalui prona atau nelayan sedangkan yang menduduki tanah kurang dari dua puluh tahun bisa mengajukan sertifikat melalui redistribusi tanah tanpa dipungut biaya sepeserpun karena sudah dianggarkan dalam APBN dan APBD.
Kordinator aksi Mohammad Trianto mengatakan kami hanya menagih janji pakde karwo saat kampanye di blitar yang mengatakan akan menyelesaikan persoalan agrarian yang ada di blitar, dan jangan hanya diam saja, gubernur harus turun tangan.
Perwakilan masa akhirnya di temui oleh kepala biro pemerintahan jatim Suprianto, dan menyepakati penprov jatim akan meminta penjelasan dari BPN, Dinas Hutbun dan Pemkab Blitar.
Dan akan menfasilitasi kedua pihak, yang jelas kami akan meminta penjelasan dari kedua belah pihak ungkap suprianto