BERITA

Diduga Korupsi, Dua Guru SMK Dipenjara

74994_94326_BB-Blitar

JawaPos.com- Kasus dugaan korupsi program mobil di SMKN 1 Blitar memasuki babak baru. Dua tersangka dijebloskan ke penjara setelah berkas kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan Selasa (3/1).

Mereka adalah IM yang saat itu menjabat Kepala SMKN 1 Blitar dan HM, guru teknik otomotif. Keduanya resmi ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi (tipikor). IM saat ini berstatus guru biasa di SMKN 1 Blitar.

Dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan barang pada program pembuatan assembly line. Juga, tools perakitan bodi kendaraan roda empat pada anggaran 2011–2012. Program itu dibiayai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Kedua tersangka mengakali surat pertanggungjawaban (SPj) alias dokumen program. Atas tindakan tersebut, diduga ada kerugian negara Rp 80 juta.

Barang bukti yang diterima Kejari Blitar berupa beberapa bendel dokumen pengadaan barang dan uang tunai Rp 10 juta di buku rekening. Tak ketinggalan, dua mobil SUV Chery Tiggo, satu SUV, satu double cabin, dan dua mini truck. Ada pula empat hoist crane, satu set assembly line, serta tools yang terdiri atas aneka peralatan otomotif.

Kepala Kejari (Kajari) Blitar Dade Ruskandar yang diwakili Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Safi menyatakan telah menahan tersangka. Mereka dijerat pasal 2 ayat (1) subsider pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi. Lebih subsider lagi, pasal 9 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

”Kedua tersangka diduga melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri dan merugikan negara. Tujuannya menguntungkan diri sendiri dan menyalahgunakan wewenang. Lebih subsider lagi, pegawai negeri tersebut melakukan perbuatan yang melanggar undang-undang,” jelasnya.

Tersangka pertama adalah IM selaku kepala sekolah saat itu, sedangkan Hm, tersangka kedua, sebagai guru di sekolah negeri terbesar di Kota Blitar. ”Mereka adalah kepala sekolah dan guru saat program pengadaan mobil serta perakitan mesin pada 2011–2012. Kemudian, polisi merasa ada yang tidak beres. Karena itu, dilakukan penyelidikan kemudian menetapkan tersangka dan menyita barang bukti,” terangnya.

Dia menjelaskan, kedua tersangka diserahkan ke Polres Blitar Kota sekitar pukul 09.00. Jaksa peneliti memeriksa tersangka dan barang bukti. Pukul 15.45 pemeriksaan terhadap tersangka dan barang bukti dinyatakan selesai.

”Pelimpahan tahap II dinyatakan selesai atau kelar. Setelah jaksa peneliti melakukan pemeriksaan dan penelitian kepada tersangka serta barang bukti, semua dinyatakan lengkap. Hingga akhirnya, mereka ditahan,” ujarnya.

Sementara itu, penyidik Polres Blitar Kota melimpahkan berkas penyidikan tahap II ke Kejari Blitar. Bersamaan dengan itu, diserahkan pula tersangka dugaan korupsi pemalsuan surat keputusan (SK) Rudi Prayoga alias RP dan dua tersangka kasus dugaan korupsi mark up anggaran proyek mobil. ”Ya, penyidikan tahap II sudah selesai,” jelas Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Danang Yudhanto saat dikonfirmasi kemarin. (ady/sub/ziz/c21/diq)