BERITA

Dicabut, Laporan Korupsi Workshop K2

CABUT-PAKU-KEDIRI-160414-Rudi-Mulya-antara

Pelapor Dipaksa Membuat Surat Pencabutan di Depan Tersangka

Pelapor kasus dugaan korupsi Workshop Honorer Kategori II (K2), mendapat intimidasi dari tersangka untuk mencabut laporannya. Namun pihak penyidik akan tetap melanjutkan penyidikan sampai ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Pengadilan.

Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya SH SIK membenarkan, jika kasus dugaan korupsi Workshop Honorer Kategori II (K2) telah dicabut oleh pelapor.

“Ya benar, kasus K2. Kita akan periksa lagi pelapornya, kenapa mencabut laporannya,” kata Slamet Waloya, Selasa (28/2/2017). Slamet Waloya menambahkan, meskipun laporannya dicabut, namun penyidikan terkait kasus tersebut akan tetap dilanjutkan hingga ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Pengadilan, karena alat buktinya sudah cukup.

“Kerugian negara yang sudah kembali saja (seperti kas KONI.red) tidak menghapuskan pidananya,” imbuhnya. Lebih lanjut Kapolres Blitar meyampaikan, jika pihaknya mendapat informasi bahwa pelapor memperoleh intimidasi dari pihak-pihak tertentu yang ingin kasus ini berhenti.

“Kita akan dalami informasi ini dan apabila terdapat bukti adanya pengancaman terhadap pelapor, maka kita akan proses pidananya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), Mohamad Triyanto sebagai pendamping K2 mengatakan, pelapor dipaksa membuat surat pernyataan pencabutan di depan para tersangka.

“Terkait intimidasi kepada pelapor, kita sudah melaporkan ke LPSK dan penyidik Polres Blitar,” jelas Triyanto. Bahkan menurut Triyanto, para pelapor sudah menyerahkan setumpuk laporan pengaduan ke LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) beberapa waktu lalu.

Diharapkan dengan laporan tersebut, segala bentuk intimidasi dan intervensi dari para tersangka korupsi yang belum ditahan tidak akan terjadi lagi menimpa pelapor.

“Semoga kawan-kawan yang telah melaporkan berbagai macam kasus korupsi di Blitar Raya ini, akan mendapatkan perlindungan dari LPSK dan aparat penegak hukum, hingga kasus-kasus dugaan korupsi yang telah dilaporkan ke berbagai penegak hukum mampu diusut tuntas hingga ke akar-akarnya secara konsisten,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Polres Blitar telah menetapkan 5 tersangka terkait kasus dugaan korupsi Workshop K2 tahun 2012, Senin (16/1/2017).

Modus tersangka dalam melakukan perbuatannya dengan menarik pungutan sebesar Rp 250 ribu kepada masing-masing tenaga honorer K2 yang berjumlah 1.168 orang di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.

Penarikan iuran tersebut tidak berdasar, sehingga termasuk kegiatan pungutan liar. Bahkan, dari uang penarikam iuran untuk wrokshop terkumpul dana sebesar Rp 292 juta.

Sementara itu, uang pungutan digunakan untuk kegiatan workshop dan menyisakan uang sekitar Rp 100 juta yang diantaranya mengalir ke lima tersangka.

Kelima orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Romelan (mantan Kepala Dinas Pendidikan Kab Blitar), Heru Pujiono (mantan Sekretaris Pendidikan Kab Blitar), AS, AT, dan SW. Kelima orang ini merupakan pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar pada 2012 lalu.  (fjr) sumber Memo X Blitar