BERITA

Diancam Oknum Militer Petani Demo

DSCN0089

Merasa Diintimidasi Oknum Militer, Ratusan Petani Soso Unjuk Rasa di Perempatan Lovi Blitar

Blitar, Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Petani Blitar Raya (Gempita Raya), kembali menggelar aksi unjuk rasa. Kali ini sejumlah masa menggelar aksi unjuk rasa di perempatan Lovi kota Blitar,  Kamis (09/03).

 

Dalam aksinya massa megutuk keras keterlibatan oknum militer dalam penyelesaian konflik agraria antara petani penggarap lahan dengan eks perkebunan PT.  Kismohandayani Desa Soso,  Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar.

 

Koordinator aksi, Mohamad Triyanto mengataan, konflik agraria sudah sepatutnya diselesaikan dengan cara yang damai, transparan, sesuai supremasi hukum,  demokratis dan menjunjung hak asasi manusia.

 

“Penyelesaian konflik agraria, sebaiknya diselesaikan dengan damai, transparan. Bukan dengan kekerasan, bahkan dengan cara mengancam. Dan yang terpenting adalah jangan tajam kebawah tapi tumpul keatas,” kata Mohamad Triyanto.

Lebih jauh Triyanto menyampaikan, bahwa ada oknum yang mengaku militer melakukan campur tangan dalam menyelesaikan konflik agraria eks perkebunan PT.  Kismohandayani. Tak hanya campur tangan terkait konflik tersebut, namun juga melakukan ancamam dan intimidasi kepada petani, agar mengosongkan lahan yang mereka tanami.  Jika tidak, maka lahan yang dimanfaatkan petani penggarap dengan berbagai jenis tanaman tersebut akan dibabat secara paksa. Pihak perkebunan sendiri memberi waktu bagi para petani untuk mengosongkan lahan paling lambat pada 09 Maret hari ini (kemarin.red).

“Kita semua tahu, jika Hak Guna Usaha (HGU)  PT.  Kismohandayani sudah habis pada 2010 lalu. Serta adanya kasus dugaan korupsi PT. Kismohandayani yang saat ini masih bergulir di Kejaksaan, seharusnya HGU yang diblokir tersebut menjadi hak negara, dan mereka sudah tidak berhak melakukan tindakan memaksa petani untuk mengosongkan lahan garapan,” papar Triyanto.

Untuk diketahui aksi demo yang dilakukan ratusan massa yang tergabung dalam Gempita Raya tersebut sudah kesekian kalinya dilakukan.  Untuk menuntut hak-hak para petani penggarap atas lahan eks perkebunan PT.  Kismohandayani,  di Desa Soso,  Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. (fjr) Sumber; Beritaoposisi.com