BERITA

AKTIVIS BURUH KAMPANYEKAN MAYDAY

DSC01181

Blitar – puluhan buruh yang mengatas namakan Serikat Buruh Merdeka ( SBM ) Turun kejalan untuk mengkapanyekan hari buruh sedunia ( mayday )pada jum’at (01/5) di perempatan lovi kota Blitar , tak hanya buruh saja tetapi juga ada perwakilan mahasiswa, honorer kategori 2, perwakilan dari petani, dan juga anak jalanan.
Selain mengkapanyekan hari buruh sedunia masa juga menuntut hak-hak buruh yang kesannya diabaikan oleh pemerintah kota maupun kabupaten blitar, di antaranya masalah pengupahan buruh yang tidak sesuai dengan umk, jam kerja buruh yang dirasa terlalu memberatkan bagi buruh yang seharusnya jam kerja buruh adalah delapan jam tetapi dalam kenyataannya di lapangan buruh diperkerjakan duabelas jam tanpa adanya upah lembur.
Kordinator aksi fajri sobah mengatakan supaya pejabat tingkat nasional dan tingkat daerah itu seharusnya memperhatikan kesejahteraan buruh karena selama ini terkesan ada pembiaran dengan fakta adanya politik upah murah yang terjadi di indonesia dan tidak digunakanya umk dalam pengupahan buruh dan di kuatkan dengan rata-rata upah buruh di blitar antara 450 sampai dengan 500 ribu padahal umk di kota blitar sebesar satu juta tiga ratus ribu.
Selain itu masa juga membagikan selebaran yang berisi berbagai tuntutan yang isinya segera bayar upah honorer k2 yang belum dibayarkan selama lima bulan dan bayar sesuai umk, tolak politik upah murah, lindungi hak buruh perempuan dan buruh imigran, tolak privatisasi aset-aset nasional, tolak sistem kerja outsoursing, tolak phk sepihak , dan bangun industri nasional untuk kesejahteraan rakyat.
Setelah menyampaikan aspirasinya selama kurang lebih satu jam masa juga membakar beberapa atribut- atribut yang mereka bawa sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap pemerintah yang terkesan membiarkan hak-hak buruh. ( llk )